TENTANG HIMATIKA WALISONGO SEMARANG

HIMATIKA Walisongo didirikan di Semarang pada tanggal 27 September 2007 oleh mahasiswa Tadris Matematika IAIN Walisongo Semarang angkatan 2005 dan 2006.

PENGURUS HIMATIKA WALISONGO

Periode 2012 - 2013

MAHASISWA MATEMATIKA

Angkatan 2008 (kiri) || Angkatan 2009 (kanan)

MAHASISWA MATEMATIKA

Angkatan 2011 A (kiri) || Angkatan 2011 B (kanan)

TASYAKURAN WISUDA KE-7 PRODI MATEMATIKA

Ada ceremony penyerahan kenang-kenangan, Siraman kembang setaman, Menyanyi dan foto bersama, Mushofahah, dan Wisuda Matematika Award

World News

Jumat, 07 Maret 2014

INFO BARU PENDAFTARAN COMMATH 2014

Assalamualaikum, wr. wb.

Kabar Gembira! :)
Diberitahukan kepada setiap MA/SMA Islam yang ingin mengikuti Competion of Mathematics (Commath) IAIN Walisongo Semarang, bahwa pendaftaran Commath akan diperpanjang hingga hari Senin, 17 Maret 2014 pukul 23.59 WIB. Segera daftarkan sekolah anda. Jangan sampai melewatkan event ini, yaa!
Untuk info lebih lengkap klik di sini.

Salam,
Panitia Commath

Wassalamualaikum, wr. wb.

Rabu, 26 Februari 2014

Kunjungan Dosen ke Luar Negeri

Kunjungan ke Luar Negeri; Upaya Peningkatan SDM

SEMARANG, PYTHAGORAS – Beberapa waktu lalu tidak sedikit dosen IAIN Walisongo Semarang dikirim ke luar negeri dalam rangka memberi kemajuan bagi konversi IAIN menuju UIN yang sedikit tertunda oleh beberapa hal. Program tersebut merupakan salah satu bentuk upaya IAIN dalam mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan menggunakan anggaran dana dari Asian Development Bank (AsDB).
Ketua Jurusan Tadris Matematika, Saminanto yang juga ikut serta dalam program itu mengatakan bahwa kunjungannya ke luar negeri berkaitan dengan pengembangan kurikulum yang akan diterapkan di IAIN terutama di Tadris Matematika. Sehubungan dengan hal tersebut, ia mengikuti training on curriculum of development selama satu minggu di Universitas Sains Islam Malaysia (USIM).
Perguruan tinggi Islam yang pertama didirikan oleh kerajaan Malaysia pada permulaan abad ke-21 itu dijadikan oleh IAIN sebagai tempat untuk melakukan studi banding. Alasannya adalah integrasi ilmu sains dan ilmu Islam yang diterapkan di USIM selaras dengan tujuan yang ingin dicapai IAIN dalam pembangunan visi dan misi serta penyusunan kurikulum.
“Oleh karena IAIN sekarang akan berubah menjadi UIN, maka akan diterapkan paradigma baru yaitu unity of science atau wahdatul ulum ‘kesatuan ilmu’ yang mengandung arti bahwa tidak ada perbedaan antara ilmu agama dengan ilmu sains karena ilmu pada dasarnya berangkat dari Allah. Dengan demikian, visi, misi, dan apapun yang digerakkan IAIN harus menggunakan nafas yang dinamai paradigma unity of science,” ungkap lelaki yang akrab dipanggil pak Sam itu.
Setelah mengikuti studi banding di USIM, dosen-dosen diharapkan dapat melihat integrasi antara agama dan sains dalam kurikulum yang ada di sana, kemudian mengadopsi dan mengimplementasikannya di IAIN. Penerapan kurikulum di USIM sangat didukung oleh sistem budaya yang baik. Diantaranya tampak dari fasilitas, gedung-gedung yang atapnya berornamen al-Quran. Selain itu, salah satu syarat penerimaan mahasiswa ilmu kedokteran mengharuskan calon mahasiswa tersebut hafal al-Qur’an. Mereka juga harus mengalami persiapan selama satu semester, seperti materikulasi. Dalam persiapan tersebut telah tersedia lembaga untuk menampung mahasiswa dengan dibiayai oleh negara. “Kebijakan yang luar biasa itu dikarenakan USIM ingin mencetak para dokter seperti pada era Ibnu Sina,” kata pak Sam.
Menurut Saminanto sendiri, sebenarnya IAIN telah melakukan yang terbaik, hanya saja budaya keislaman di sini masih belum terdukung dengan baik. Oleh karena itu, integrasi yang akan dibangun di IAIN ada tiga yaitu islamisasi ilmu sains, humanisasi ilmu agama, dan membangun budaya kearifan lokal atau local wisdom.
Sebagai ketua jurusan, Saminanto berharap lulusan Tadris Matematika harus menjadi guru matematika yang profesional, pandai dalam matematika dan agama, serta berakhlakul karimah dan taat dalam beribadah karena hal itulah yang merupakan keunggulan tersendiri dari IAIN sehingga menjadikannya berbeda dengan lulusan Pendidikan Matematika dari perguruan tinggi lain. “Mulai tahun ini (2014), mahasiswa Tadris Matematika harus mengintegrasikan dalil-dalil al-Quran sebagai landasan dalam berpikir dan menerapkannya dalam kegiatan maupun tugas perkuliahan, salah satunya yaitu pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Dengan demikian, terwujudlah kesatuan antara ilmu matematika dengan al-Quran,” tuturnya.
Aktif dan Berinisiatif
Bersamaan dengan dikirimnya dosen-dosen IAIN untuk studi banding di luar negeri, dua dosen Tadris Matematika yaitu Any Muanalifah dan Yulia Romadiastri juga berangkat ke luar negeri. Akan tetapi, tujuan dari Any dan Yulia berkunjung ke luar negeri bukan tugas dari IAIN melainkan untuk menambah wawasan dan memperdalam ilmu yang merupakan inisiatif mereka dalam menyikapi perkembangan ilmu matematika.
Any dan Yulia mengikuti program research school oleh Centre International de Mathématiques Pures et Appliquées (CIMPA) atau International Center for Pure and Applied Mathematics (ICPAM). CIMPA merupakan pusat United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) yang berbasis di Nice dan dibiayai oleh beberapa negara, salah satunya Perancis. Dalam research school terdapat semacam short course atau conference yang diadakan selama kurang lebih dua minggu di negara-negara berkembang dengan berbagai pilihan tema.
Menurut Yulia, peserta yang berminat bisa mendaftar secara online dengan cara mengisi formulir dan curriculum vitae ‘riwayat hidup’ serta mengirimnya yang kemudian akan diseleksi. Pada program ini hanya dibatasi empat kali pendaftaran research school karena mungkin keterbatasan dana. “Saya lolos seleksi short course di India dengan materi ‘Deret Fourier (baca: Foye)’ sesuai dengan latar belakang pendidikan saya,” ujar dosen kalkulus itu.
Pada waktu dan tempat yang berlainan, Any mengungkapkan kepada Pythagoras bahwa program CIMPA tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa studi lanjut S2 atau S3. Jadi, tidak dikhususkan bagi dosen saja. “Seperti halnya bu Yulia, saya lolos seleksi short course di India, bedanya di sana saya mendapatkan materi ‘Aljabar’ dan ‘Teori Bilangan’. Selain itu, saya juga lolos seleksi short course dengan materi ‘Singularity Theory’ di Vietnam,” imbuhnya.
Perguruan tinggi di Indonesia, termasuk IAIN Walisongo juga bisa menyelenggarakan research school dengan cara mengirimkan proposal kepada CIMPA. Langkah-langkah yang dapat dilakukan diantaranya yaitu menentukan tema, pengisi lecture atau kuliah, tempat penyelenggaraan, dan perkiraan dana yang dibutuhkan. “Proposal yang telah dikirim akan diseleksi. Jika menurut mereka proposalnya memiliki prospek yang baik, maka bisa disetujui,” tandas Yulia.
Senada dengan hal tersebut, Any berkata, “jika kita berencana menjadi penyelenggara research school, maka kita harus memiliki kesiapan serta kematangan dalam segi fasilitas maupun pengetahuan dan penggunaan bahasa internasional, bahasa Inggris.” Untuk mewujudkan semua itu, hendaknya mahasiswa IAIN, khususnya Tadris Matematika harus bisa menguasai bahasa Inggris terlebih dahulu. Selain itu, dosen Struktur Aljabar tersebut juga berharap mahasiswa Tadris Matematika dapat aktif mengikuti perkembangan ilmu matematika.
Setelah mengikuti short course tersebut, Yulia mengatakan bahwa selain wawasan, teman ataupun koneksi juga menjadi bertambah. Ia berpesan, “mahasiswa Tadris Matematika harus bisa menggunakan bahasa Inggris dalam belajar matematika sehingga mahasiswa dapat belajar matematika secara luas, tidak hanya dalam ranah pendidikan. Mahasiswa juga harus bisa menguasai semua materi dasar matematika.”
Hal tersebut diamini Any. Selain itu, banyak pengalaman yang ia peroleh, disamping diajar tentang materi penelitian baru. “Saya kagum dengan sistem perkulihan di sana, disiplin dan menyenangkan. Itulah yang patut kita tiru. Saya berharap, ke depannya di Tadris Matematika ada kedisiplinan yang lebih baik lagi dalam kegiatan perkuliahan sehingga tak kalah disiplinnya dengan universitas di luar negeri,” katanya.
Lap. Khotijah dan Diah

Jumat, 03 Januari 2014

TA 2013



Kebersaman di TA HIMATIKA

            Tadabur Alam (TA) merupakan salah satu kegiatan rutin yang diadakan oleh Departemen Jaringan Luar, Himpunan Mahasiswa Matematika (HIMATIKA) Walisongo. Seperti tahun-tahun sebelumnya, acara ini diadakan pada semester gasal dan bertempat di Medini, Kendal. Pada tahun ajaran 2013/2014 acara TA dilaksanakan pada tanggal 7-8 Desember 2013. Khoerul Hanif Falah, selaku ketua panitia telah berhasil menggiring kawan-kawan panitia untuk menyukseskan acara tahunan ini.
            Panitia dan peserta berkumpul di Taman Revolusi, kampus II IAIN Walisongo pada Sabtu pagi, pukul 07.30 guna mempersiapkan segala sesuatu sebelum berangkat ke Medini. Pemberangkatan dilaksanakan sekitar pukul 09.00 dan sampai di lokasi pukul 11.00 WIB. Sampai di Medini kami mendapatkan sedikit permasalahan mengenai pemesanan tempat penginapan dengan mahasiswa Polines yang kebetulan mengadakan acara di tempat yang sama. Tempat yang sebelumnya sudah kami pesan sudah ditempati mahasiswa Polines karena mereka tiba di lokasi lebih dulu. Hal itu terjadi karena ada salah komunikasi antara pihak penyedia tempat penginapan. Akhirnya HIMATIKA yang harus mengalah dan mencari tempat penginapan lain.
            Hari pertama kami di sana cuacanya sangat tidak mendukung karena turun hujan lebat. Acara pertama yaitu ta’aruf masing-masing peserta dan panitia yang dipimpin oleh Mila Rofi’atul Ulya, kemudian dilanjutkan game-game seru di area lapangan berumput sampai menjelang maghrib. Setelah itu peserta dan panitia istirahat dan sholat yang diberi waktu selama 1 jam. Setelah sholat isya’, acara kembali dilanjutkan yakni pentas seni dan disambung acara api unggun serta renungan malam, setelah itu baru istirahat tidur. Para peserta yang kelelahan langsung menuju ke penginapan sedangkan sebagian peserta lainnya ada yang memanfaatkannya untuk membuat camilan ketela bakar.
Lain halnya dengan panitia yang memanfaatkannya untuk memberi surprice party buat Arif Rachman yang berulang tahun pada 08 Desember dini hari. Nasi tumpeng dikelilingi telur menggoda perut lapar pada malam itu. Usai menyantap nasi tumpeng, semua peserta dan panitia melelapkan mata mereka karena pagi harinya masih ada kegiatan-kegiatan lain.
Pukul 07.00 pagi hari kedua, semua panitia dan peserta berkumpul untuk melanjutkan game-game seru lainnya. Dilanjutkan sarapan, lalu pergi wisata ke Curug Lawe. Medan yang ditempuh lumayan jauh dan jalannya licin sampai-samping ada beberapa orang yang terpeleset dan menjadi hiburan tersendiri. Sulitnya medan yang ditempuh ini dibayar dengan indahnya pemandangan di Curug serta segarnya air di sana. Semua merasa senang dan mengabadikannya dengan mengambil foto bersama maupun pribadi.
Pukul 10.00 WIB, semua pulang dari curug dan segera mandi lalu mengemasi barang-barang karena acara sudah selesai dan akan segera pulang. Sebelum waktu dzuhur tiba, semua sudah siap menuju truk dan segera melakukan perjalanan pulang. Dari acara tersebut diharapkan mahasiswa Tadris Matematika bisa lebih mengenal alam dan mengerti akan arti kebersamaan serta kekompakan, sehingga tercipta kerukunan dan kekeluargaan yang erat.

Oleh Atik Samrotul Ilmiyah

Kamis, 14 November 2013

Pre-Test Membaca Al-Quran



Pre-Test Membaca Al-Quran
            Jum’at (6/09) bertempat di Aula Gedung Q Kampus II IAIN Walisongo, pengurus  Himpunan Mahasiswa Matematika (HIMATIKA) mengadakan agenda pre-test membaca al-Quran untuk semua mahasiswa baru Tadris Matematika. Agenda yang berlangsung sejak pukul 13.00 hingga 15.30 WIB itu bertujuan untuk meningkatkan kompetensi religius mahasiswa terutama keterampilan dalam membaca al-Quran. Selain itu, kegiatan tersebut juga sebagai bekal mahasiswa agar kelak ketika terjun dalam masyarakat mereka dapat mengamalkan ilmu yang tidak hanya ilmu pendidikan matematika saja, tetapi juga diimbangi dengan nilai religi yaitu salah satunya dengan mahir membaca al-Qur’an.
            Dalam agenda pre-test tersebut, mahasiswa diuji hafalan surah-surah pendek atau juz amma sesuai hafalan mereka masing-masing. Kemudian dilanjutkan test membaca ayat al-Quran, dimana ayatnya ditentukan oleh penguji yang tidak lain adalah pengurus HIMATIKA sendiri. Penilaian terhadap test tersebut dilakukan dengan memperhatikan tajwid, makhroj/kefasihan, dan kelancaran dalam membaca al-Quran.
            Dari keterangan salah satu penguji diperoleh bahwa diantara mahasiswa yang telah mengikuti pre-test masih ada beberapa mahasiswa yang kurang lancar dalam membaca al-Qur’an. “Mereka yang belum lancar dalam membaca tidak perlu berkecil hati karena nantinya akan dibimbing secara intensif oleh pengurus HIMATIKA,” imbuh Nadia. Sesungguhnya bimbingan tersebut tidak hanya dibatasi bagi mahasiswa yang kurang lancar membaca al-Qur’an, akan tetapi dibuka bagi siapa saja yang ingin belajar.

Lap. Wiji

Senin, 28 Oktober 2013

TA'ARUF DAN HALAL BI HALAL HIMATIKA


Taaruf dan Halal Bihalal HIMATIKA Walisongo

            Jum’at, 20 September 2013, Himpunan Mahasiswa Matematika (HIMATIKA) Walisongo mengadakan kegiatan taaruf dan halal bihalal bersama para dosen dan mahasiswa baru Tadris Matematika IAIN Walisongo Semarang. Acara tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan pada awal semester gasal oleh pengurus HIMATIKA sebagai salah satu program kerja diawal kepengurusannya. Arif Rahman Amirudin, selaku ketua umum HIMATIKA periode 2013/2014 ini telah berhasil menggiring kawan-kawan panitia untuk mensukseskan acara yang diadakan di aula gedung Q Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.
            Segenap panitia telah melakukan persiapan sejak pukul 06.30 WIB, setelah beberapa hari sebelumnya mempersiapkan segala keperluan untuk acara itu dengan penuh tanggung jawab. Meskipun berlangsung molor seperempat jam dari waktu yang telah yang dijadwalkan yaitu pukul 08.00 WIB, para peserta taaruf cukup antusias dan bersemangat untuk mengikuti acara tersebut.
            Dari beberapa rangkaian acara taaruf dan halal bihalal tersebut, acara yang pertama adalah taaruf seputar Tadris Matematika oleh Bapak Saminanto, S.Pd., M.Sc., selaku ketua jurusan Tadris Matematika. Yang kemudian dilanjutkan halal bihalal dengan dosen-dosen Tadris Matematika.
            Acara selanjutnya yaitu ke-IKAHIMATIKA-an oleh Hadi Prasetyo, pengurus HIMATIKA angkatan 2011 yang memegang jabatan sebagai bendahara IKAHIMATIKA (Ikatan Himpunan Mahasiswa Matematika) Indonesia sub wilayah IV Semarang-Salatiga. Dalam ke-IKAHIMATIKA-an dijelaskan mengenai sejarah lahirnya IKAHIMATIKA hingga kepengurusannya saat ini.
            Acara terakhir yang merupakan inti dari serangkaian acara tersebut adalah taaruf HIMATIKA kepada seluruh mahasiswa Tadris Matematika, khususnya mahasiswa baru.  Taaruf dimulai dari Pengurus Harian dilanjutkan departemen departemen yang dibawahinya, yaitu Departemen Pendidikan dan Penalaran, Departemen Advokasi dan Kesejahteraan, Departemen  Pers dan Jurnalistik, Departemen Jaringan Luar, serta Departemen Kewirausahaan. Dikarenakan waktu semakin siang dan sebagian peserta sudah lelah serta ada juga yang mengantuk, maka selama taaruf berlangsung sering diselingi dengan lelucon lelucon oleh para panitia dengan mengajak para peserta untuk bercanda.
            Sebelum adzan sholat Jum’at berkumandang, acara tersebut diakhiri. Para peserta meninggalkan aula setelah saling bersalam – salaman dengan pengurus dan peserta taaruf lainnya. Dari acara tersebut diharapkan antar keluarga Tadris Matematika bisa saling mengenal sehingga tercipta kerukunan dan kekeluargaan yang erat.

Lap. Diah Ramadhani